Khresna 18m

Hai hai ,, mumpung lagi ada waktu dan ada niat dann mumpung memory juga lagi fresh, nulis dulu ah biar momen Khresna 18m bisa terabadikan. Kenapa langsung 18m?mumpung masih fresh, jadi langsung tulis ajah  dan untuk momen2 sebelumnya menyusul yaaa 😀

ok, jadi ceritanya ne, aku dan ayah Khresna lagi duduk-duduk di kursi, ngobrol2 santai, terus dedek Khresna ne mau ikutan nimbrung juga, tapiii maunya duduk di kursi dewasa jugak, sama seperti kami. Aku ambilin kursi yang kecil, kursi punya Khresna sendiri. Eh si dedek ga mau. Maunya itu dia duduk di kursi itu sendiri, naik2 sendiri gitu.  Then, ayahnya pas balik ke meja kerjanya, terus akunya pas angkat jemuran di depan rumah. Balik2 pas masuk rumah, jreng,, jreng,,, Continue reading

Advertisements

Welcome Back to This Blog

bighugjpg

yeahh akhirnya setelah bertahun2,,, sampe juga di page ini, di add new post . Ada banyaaakk banget hal yang ingin aku share, tapi sayangnya rasa malas ini kuat banget yaa ditambah lagi dengan rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang ga ada habisnya (jiahhh alasan :D). Yup, sekarang aku sudah menjadi seorang istri dan seorang Ibu dari si Kecil Khresna yang ganteng dan pinterrr. Sekaligusss jadi ibu hamil untuk anak kedua kami. Iyah, disaat Khresna berumur 13 bulan, ternyata disaat itu juga aku dianugerahi hamil anak kedua. Seneng meski rada kaget, ga nyangka banget akan secepat ini. Jadi alamat,,, keteteran xixixi. Secara masih new mom 😀

Okeh, segini aja dulu deh sharenya sebagai pembukaan (ciehh). Next time semogaaa bisa nulis semuaa yang ada. Biar itu momen2 bisa terus abadi, ga menguap gitu aja, ya tohh 😀

See u 😉

Dan ternyata soto itu masih memabukkan

Masih ingat betul, hari itu Minggu pagi. Tiga bulan setelah pernikahan kami. Kebetulan suami MOD dari hari Sabtu, jadi Minggu sekitar jam 10 pagi baru balik rumah. Jadi pagi itu tiba-tiba pengen masak sesuatu yang berbeda untuk suami yang abis MOD. Soto ayam ceker. Alhasil langsung ke pasar terdekat mencari ceker ayam. Sayangnya abis, langsung tancap gas ke pasar yang lain yang letaknya lumayan jauh dari rumah. Demi sebuah ceker ayam :D. Alhamdulilah dapat. Acara masak memasak pun dimulai dan siap disajikan saat suami sudah sampai rumah.

Lahap?iya dong, kan masakan istri tercinta. Buat cemilan juga oke itu ceker ayamnya. Pagi-pagi sudah sarapan menu berat. Dan lanjut untuk makan siang. “Sayang, ini sotonya kok sekarang jadi eneg gitu?Sayang ngerasain ndak?” tanyaku. Suamiku makan dengan santainya, “Ndak tuh” ujarnya.  Saat itu perut sudah mual , serasa mabuk perjalanan. Pusing, mual, pengen muntah.

Waktu cuci piring, soto itu masih bertengger di kompor sebelah bak cuci piring. Alhasil baunya tercium jelas, menusuk kedalam hidungku. Mual itu datang lagi. Kali ini langsung muntah. Dan soto itu aku buang semua, tentunya dengan ijin suami. Hari demi hari pun berlalu tanpa sama sekali menyadari pertanda apakah itu.

Continue reading

Buncahan Rasa

Tak terasa waktu bergulir dengan cepatnya. Ada banyak kisah yang terjadi. Ada banyak warna yang menghiasi.

Rangkaian peristiwa demi peristiwa, rangkaian kisah demi kisah masih belum bisa terungkapkan disini.

Buncahan rasa yang menggelora, menyeruak ingin menunjukkan keberadaannya juga masih dapat tersimpan rapat di hati dan memori ini.

Entah kapan kata demi kata bisa menguntaikan segalanya, atau bahkan mungkin tidak pernah terukir abadi dalam goresan-goresan seperti ini.

“Orang lain bisa berkata apapun tentang dirimu. Tapi siapa dirimu sebenarnya, hanya kamu yang tahu dan hanya kamu yang memutuskan” tweet by Pepatah.

Cinta Sederhana

Selamat Pagi Duniaku,

Lama aku tak mengunjungimu, kangen dengan tuts2 yang melukiskan pelangi-pelangi hari ini.

Hasrat itu terusik, menggebu, mendorong diri untuk segera melabuhkannya.

Itu adalah kamu. Duniaku. Tempat mencurahkan segala apa yang menggedor2 jiwaku. Untuk segera menari2 diatas tuts2 keyboard curahan hatiku.

Hmm,  tulisan itu, ada kesamaan dengan diriku.

Cinta sederhana.

Sederhana tapi begitu mengagumkan.

Sederhana tapi begitu teduh, memayungi semua rasa gelisah dan sedih yang pernah ada

Sederhana tapi sanggup memeluk, menentramkan  ketakutan dan kekhawatiran yang membebani jiwa

Begitu sederhana, sampai  membuat sangat terluka dan sakit apabila tidak memperdulikan sesosok cinta sederhana dihadapannya

Karena sederhana itu sepenuh jiwa, tulus ikhlas tanpa pamrih dan tanpa noda

Sederhana itu mampu memahami kesetiaan dan kejujuran dengan hati nurani

Dan cinta sederhana itu hanya bisa diberikan dan diterima oleh seseorang yang memahami arti cinta sederhana

Curahan Hati Sang Narapidana Cilik

Wayan:

“Jika pintu gerbang utama terbuka, disanalah letak sesungguhnya surgaku berada”

Sabtu, 27 Maret 2010 adalah agenda Sloka Institute berbagi bersama narapidana-narapidana cilik yang berada dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Karangasem. Pukul 10.00 Wita Sloka memulai perjalanan dari Denpasar menuju Lapas yang memakan waktu kurang lebih 1.5 jam perjalanan, Sloka berangkat dengan mengendarai 3 buah mobil yang memuat 16 orang dan membawa hasil sumbangan teman-teman Sloka ataupun warga untuk anak-anak Lapas. Selama dalam perjalanan, Sloka begitu riang gembira tak sabar untuk segera dapat melihat senyum tulus dan hangat anak-anak Lapas. Meski salah satu dari temen-temen Sloka sempat mabuk perjalanan dikarenakan masuk angin, tetapi perjalanan tetap berlangsung lancar, penuh semangat dan riang sekali.

11.30 Wita. Sloka telah berada didalam Lapas Anak Karangasem. Kedatangan Sloka diterima dengan sangat mengesankan oleh Kepala Lapas dan dibantu dengan sangat baik oleh pengurus Lapas yang telah berkenan menemani Sloka dalam kunjungan kali ini yang seharusnya merupakan hari bebas tugas bagi pengurus Lapas. Bertempat di aula Lapas, sebuah ruangan yang bisa memuat sekitar 50 orang dengan kursi-kursi lipatnya yang tertata rapi membentuk barisan huruf U, acara pun dimulai dengan beramah-tamah terlebih dahulu antara Sloka dan Kepala Lapas serta pengurus Lapas dan anak-anak Lapas.

15 menit setelah beramah-tamah. Tiba saatnya Sloka memulai kegiatan inti nya dengan meminta anak-anak Lapas berkumpul terlebih dahulu disebuah koridor yang berada disebelah kanan aula, tepat didepan sebuah taman yang berada ditengah-tengah bangunan Lapas tersebut. Dimulai dengan perkenalan diri satu persatu antara Sloka dan anak-anak Lapas, kemudian dilanjutkan dengan menggambar sebuah simbol yang mencerminkan tentang diri masing-masing, Sloka dan anak-anak Lapas telah duduk-duduk dengan santainya dengan masing-masing telah membawa 2 lembar kertas dan sebuah pena. Semuanya sibuk dengan gambar masing-masing. Selanjutnya adalah presentasi tentang simbol-simbol yang telah dibuat. Hati ini begitu terenyuh dengan hasil presentasi anak-anak Lapas. Semangat, ingin dicintai, dan diterima dengan baik adalah simbol-simbol yang terungkap dari gambar-gambar milik anak-anak Lapas. Duh manisnya. Continue reading

Duhai Ya Rabb,,

Ya rabb,,
Ijinkan ku berlari dan tersungkur dalam kelembutan kasih sayangMU
Tuntun aku,, tetap pegangi aku,,
Disini ku takut
ku ga mau terjatuh,terper0s0k,terseret jauh dariMU

Ya rabb,,

Ijinkan ku tetap bersimpuh mem0h0n indahnya ampunanMU meski tidak dalam sepertiga malamMU
Duhai ya rabb,,
disini ku tetap menggantungkan asa terindahku, pecahan bulir2 air mataku, dan jeritan2 relung jiwaku
hanya padaMU ya rabb,,
PadaMU yang selalu dan kum0h0n selalu ada dikedalaman hatiku
PadaMU yang kuminta tetap menggandeng tanganku
Tetap ya rabb,, tetap,,
Jangan sampai lepas
Karena duhai ya rabb,,
Apalah arti nafasku di bumi tanpa jiwa yang tak mengenal Laa ilaaha illallah,,
Apalah arti hari2 yang Engkau anugerahkan padaku tanpa adanya amaliyah karenaMU
Duhai ya rabb,,
Tetaplah menjadi satu alasan utama kenapa aku hidup
Sampai kelak maut ada diujung nafasku
Ijinkan lidahku mengucap laa ilaaha illallah,,muhammadurrasulullah,,,
Allahu Akhar!