Dan ternyata soto itu masih memabukkan

Masih ingat betul, hari itu Minggu pagi. Tiga bulan setelah pernikahan kami. Kebetulan suami MOD dari hari Sabtu, jadi Minggu sekitar jam 10 pagi baru balik rumah. Jadi pagi itu tiba-tiba pengen masak sesuatu yang berbeda untuk suami yang abis MOD. Soto ayam ceker. Alhasil langsung ke pasar terdekat mencari ceker ayam. Sayangnya abis, langsung tancap gas ke pasar yang lain yang letaknya lumayan jauh dari rumah. Demi sebuah ceker ayam :D . Alhamdulilah dapat. Acara masak memasak pun dimulai dan siap disajikan saat suami sudah sampai rumah.

Lahap?iya dong, kan masakan istri tercinta. Buat cemilan juga oke itu ceker ayamnya. Pagi-pagi sudah sarapan menu berat. Dan lanjut untuk makan siang. “Sayang, ini sotonya kok sekarang jadi eneg gitu?Sayang ngerasain ndak?” tanyaku. Suamiku makan dengan santainya, “Ndak tuh” ujarnya.  Saat itu perut sudah mual , serasa mabuk perjalanan. Pusing, mual, pengen muntah.

Waktu cuci piring, soto itu masih bertengger di kompor sebelah bak cuci piring. Alhasil baunya tercium jelas, menusuk kedalam hidungku. Mual itu datang lagi. Kali ini langsung muntah. Dan soto itu aku buang semua, tentunya dengan ijin suami. Hari demi hari pun berlalu tanpa sama sekali menyadari pertanda apakah itu.

Read more…

Buncahan Rasa

Tak terasa waktu bergulir dengan cepatnya. Ada banyak kisah yang terjadi. Ada banyak warna yang menghiasi.

Rangkaian peristiwa demi peristiwa, rangkaian kisah demi kisah masih belum bisa terungkapkan disini.

Buncahan rasa yang menggelora, menyeruak ingin menunjukkan keberadaannya juga masih dapat tersimpan rapat di hati dan memori ini.

Entah kapan kata demi kata bisa menguntaikan segalanya, atau bahkan mungkin tidak pernah terukir abadi dalam goresan-goresan seperti ini.

“Orang lain bisa berkata apapun tentang dirimu. Tapi siapa dirimu sebenarnya, hanya kamu yang tahu dan hanya kamu yang memutuskan” tweet by Pepatah.

Cinta Sederhana

Selamat Pagi Duniaku,

Lama aku tak mengunjungimu, kangen dengan tuts2 yang melukiskan pelangi-pelangi hari ini.

Hasrat itu terusik, menggebu, mendorong diri untuk segera melabuhkannya.

Itu adalah kamu. Duniaku. Tempat mencurahkan segala apa yang menggedor2 jiwaku. Untuk segera menari2 diatas tuts2 keyboard curahan hatiku.

Hmm,  tulisan itu, ada kesamaan dengan diriku.

Cinta sederhana.

Sederhana tapi begitu mengagumkan.

Sederhana tapi begitu teduh, memayungi semua rasa gelisah dan sedih yang pernah ada

Sederhana tapi sanggup memeluk, menentramkan  ketakutan dan kekhawatiran yang membebani jiwa

Begitu sederhana, sampai  membuat sangat terluka dan sakit apabila tidak memperdulikan sesosok cinta sederhana dihadapannya

Karena sederhana itu sepenuh jiwa, tulus ikhlas tanpa pamrih dan tanpa noda

Sederhana itu mampu memahami kesetiaan dan kejujuran dengan hati nurani

Dan cinta sederhana itu hanya bisa diberikan dan diterima oleh seseorang yang memahami arti cinta sederhana