Dan ternyata soto itu masih memabukkan
Masih ingat betul, hari itu Minggu pagi. Tiga bulan setelah pernikahan kami. Kebetulan suami MOD dari hari Sabtu, jadi Minggu sekitar jam 10 pagi baru balik rumah. Jadi pagi itu tiba-tiba pengen masak sesuatu yang berbeda untuk suami yang abis MOD. Soto ayam ceker. Alhasil langsung ke pasar terdekat mencari ceker ayam. Sayangnya abis, langsung tancap gas ke pasar yang lain yang letaknya lumayan jauh dari rumah. Demi sebuah ceker ayam
. Alhamdulilah dapat. Acara masak memasak pun dimulai dan siap disajikan saat suami sudah sampai rumah.
Lahap?iya dong, kan masakan istri tercinta. Buat cemilan juga oke itu ceker ayamnya. Pagi-pagi sudah sarapan menu berat. Dan lanjut untuk makan siang. “Sayang, ini sotonya kok sekarang jadi eneg gitu?Sayang ngerasain ndak?” tanyaku. Suamiku makan dengan santainya, “Ndak tuh” ujarnya. Saat itu perut sudah mual , serasa mabuk perjalanan. Pusing, mual, pengen muntah.
Waktu cuci piring, soto itu masih bertengger di kompor sebelah bak cuci piring. Alhasil baunya tercium jelas, menusuk kedalam hidungku. Mual itu datang lagi. Kali ini langsung muntah. Dan soto itu aku buang semua, tentunya dengan ijin suami. Hari demi hari pun berlalu tanpa sama sekali menyadari pertanda apakah itu.


